Le Voyage de la Vie

Diagnosis

Posted on: August 19, 2011

Kemarin waktu kuliah Rekayasa Produk Partikulat dan membahas tentang pupuk, dosennya cerita kalau di luar negeri itu sebelum memutuskan pakai pupuk apa, petani bakal kirim sampel tanahnya buat diuji, unsur apa yang kurang di tananh. Baru setelah itu dipilih pupuk yang cocok buat mengatasi kekurangan itu. Sementara di Indonesia, kebanyakan petaninya pakai pupuk yang murah aja, biasanya urea. Padahal belum tentu tanahnya itu kekurangan nitrogen.

Terus aku juga pernah baca, kalau disini orang sakit biasanya males ke dokter kalo belum parah-parah amat. Biasanya langsung pakai obat over the counter aja. Gue juga sih. Nah padahal kan belum tentu obatnya cocok sama penyakit kita. Belum lagi kalo alergi.

Kupikir-pikir sebenernya diagnosis itu penting yah. Kalau ada masalah, sebelum heboh cari jalan keluarnya (HOW), mesti dicari dulu penyebab masalahnya apa (WHY). Karena nggak semua masalah yang sama penyebabnya sama, dan kalau penyebabnya beda penanganannya beda juga dong. Makanya kalau bikin karya tulis, tugas akhir, atau apalah itu, bab I isinya tentang latar belakang, tujuan, dll. Yang mana itu menjelaskan masalahnya apa alias WHY. Kenapa hal itu perlu dibahas. Metode buat menyelesaikannya alias HOW ditaruh setelah itu, mungkin di bab III atau tergantung format 😛 Tapi kalau yang aku lihat sekarang nih, kayaknya kok banyak ya yang heboh dengan berbagai alternatif penyelesaian masalah tanpa menggali lebih dalam penyelesaian masalahnya apa. Misalnya soal pendidikan, korupsi, atau masalah sosial lain. Penyelesaian masalah juga sering diterapkannya dalam jangkauan yang luas. Padahal kan dari satu tempat ke tempat lain, akar masalahnya mungkin beda. Penyelesaian yang bagus di satu tempat dan kondisi, bisa saja malah maksa kalo diterapkan di tempat lain. Jadi, identifikasi masalah itu penting sebelum mencari penyelesaian masalah.

Advertisements

6 Responses to "Diagnosis"

Hmmm kalo memang penyakit saya bisa disembuhkan dengan obat yang biasa dijual di apotek dan murah, mengapa tidak?

nah itu kan saya nulis kalo saya juga gitu,obatnya beli di warung malah 😛
ya asalkan sesuai dengan sakitnya sih
dan kalo masih berlanjut hubungi dokter *iklan layanan masyarakat*

ngomong2 soal obat… sekarang jamannya RUM lho guys….

apa itu RUM?

“RUM ini hubungannya dengan pengobatan. Terutama pengobatan secara kimiawi, minum obat untuk penyembuhan suatu penyakit. Tapi pertanyaannya…APAKAH SEMUA JENIS PENYAKIT BUTUH OBAT SUPAYA SEMBUH ?” Beberapa penyakit bisa sembuh sendiri koq tanpa dikasih obat-obatan, terutama yang penyebabnya virus, misalnya batuk, pilek.

SUMBER : http://inspirasinyabunda.blogspot.com/2011/03/rational-use-of-medicine-rum.html

he em,virus sih baru mati kalo emang udah wkatunya mati
obat-obatan flu dan batuk buat mengurangi gejalanya saja
baru kalo penyebabnya bakteri, bisa dibunuh pake antibiotik
*jadi inget praktikum antibiotik,tersenyum keji melihat bakteri-bakteri terbunuh 😛

saya juga paling males berobat mbak, hehe.. biasanya sih kalo sakit langsung minta aja resepnya sama temen yang perawat, trus udah tinggal dibeli di apotik.. 😀

kalo gitu paling nggak ada yang ngerti lah ya,enak tuh punya temen perawat 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: