Le Voyage de la Vie

Kalau Besar Mau Jadi Apa?

Posted on: November 3, 2011

Susan, Susan, kalau besar mau jadi apa?

*lah jadi nyanyi* πŸ˜†

Inget nggak dulu waktu kecil ada lagu itu? Yang nyanyi mbak Ria Enes dan bonekanya Susan. Inget? Inget? Kalo nggak berarti beda generasi deh kita :mrgreen: Kalo dulu waktu denger lagu itu sih jawabannya paling berkisar dokter, pilot, insinyur, astronot ❓ dan sebagainya. Kalo diinget-inget sih saya dulu sepertinya kalo nulis cita-cita gitu juga mesti nulisnya dokter.

Tapiii seiring dengan perkembangan jaman umur dan wawasan, lama-lama berubah juga. Gara-gara pas SMA ikut lomba-lomba kimia, jadi tertarik sama bidang ini. Dan berlanjutlah aku kuliah di teknik kimia. Yang ternyata porsi kimianya itu sedikit πŸ˜† Menyesal? Nggak juga sih. Seriusan, kalo dari bidang ilmunya aja Β aku cukup suka kok. Nah waktu kuliah ini cita-cita aku berubah lagi, pengen ngajar. Alasannya karena sempat kerja part time ngajar privat, and I enjoyed it. Kalo ngajar kan berarti jadi dosen gitu yak. Eh setelah memasuki tahun akhir, ada aspek lain yang bikin aku mempertimbangkan kembali. Kalo jadi dosen berarti mesti kuliah lagi, dan riset lagi. Padahal setelah menjalani sendiri, I’m just not that into research *berasa judul film* πŸ˜›

Dan pertimbangan lain adalah waktu aku kerja praktek alias magang kemarin. Aku juga kurang menikmati kerja di bagian produksi yang relatif cukup stagnan dan tidak terlalu dinamik. Dibandingkan dengan kerjaan tipe proyekan. Sebenernya ini keliatan juga sih dari pengalamanku selama ini di kegiatan-kegiatan, aku lebih suka dan lebih semangat ikutan kepanitiaan-kepanitiaan yang kerjanya temporer daripada megang posisi struktural. Dan seperti disinggung di entry Β yang ini, aku juga baru-baru ini dapat perspektif baru. Bahwa karir itu nggak semata-mata mempertimbangkan duit dan apa yang kita suka aja. Tapi juga bagaimana dari situ kita bisa “menyumbangkan” sesuatu buat bikin perubahan ke arah yang lebih baik.

Nggak terasa sih, seharusnya kalau semua sesuai rencana dan lancar-lancar saja, kurang dari setahun lagi aku bakal mulai menapak langkah hidup selanjutnya. Langkah yang besar sih menurutku, dimana udah dituntut kemandirian nggak cuma dari tinggal sendiri tapi juga finansial. Belum lagi tanggung jawab yang pastinya makin besar. Apakah aku siap buat itu? Aku sendiri saat ini belum bisa jawab aku siap sepenuhnya. Begitu juga pertanyaan yang ada di judul postingan ini. Tapi bukankah hidup adalah proses? Dan menemukan semua jawaban itu juga bagian dari proses. So, I just hope to give my best for the future and a better society.

Advertisements
Tags:

7 Responses to "Kalau Besar Mau Jadi Apa?"

Apapun cita-citanya, yang paling penting nyaman menjalaninya, dan bahagia tentu saja πŸ˜€
Ninaaa, jadi keinget perpisahannya Tika kemaren deh. Bener ya, sebentar lagi Nina juga akan menapak jalan yang sama, Risa juga, Enggar juga…Insya Allah…

dan bermanfaat juga πŸ˜€
amin, mohon doanya ya tante πŸ™‚

Yoi, pokoknya jangan memikirkan duit dulu. Kalau ngejar yang namanya uang, hidup ini akan nggak sehat πŸ˜€ Yang penting kejar dulu apa yang kita sukai. The money will take care of itself πŸ˜€

Semangat ya! Dan mudah-mudahan sukses ke depannya! πŸ™‚

manggut-manggut
oke bang! πŸ˜€
thanks

waktu kecil cita2 saya yg pertama adalah menjadi penari ballet. trs gonta-ganti ini itu sampe akhirnya pas SMA berketetapan hati mau jadi Guru saja.

tapi dulu pengennya jadi guru TK sih πŸ˜›

cita-cita saya selalu berbubah setiap apa pun hal2 yang saya gemari.
Intinya, profesi apapun kalau dijalani atas dasar hobi dan kecintaan pasti asik dijalaninya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: