Le Voyage de la Vie

Kambing Cairo

Posted on: April 1, 2012

Oke marilah kembali berkuliner 😀

Hari Kamis minggu lalu setelah siangnya mengunjungi bu guru ndutyke dan makan mie kocok, malemnya aku makan di Kambing Cairo. Awalnya sih rencana janjian hari Kamis itu mau pergi cari kado buat si mbak kamar sebelah tapi karena beberapa hari sebelumnya pas belanja sendirian aku udah nemu kadonya, jadilah mau makan aja. Sekitar jam 7 malem si bocah Aldi, one of my high school classmates that continue studying here, *yang sebelumnya protes karena ga disebut namanya pas aku nulis tentang Kambing Soen 😆 * nyamperin ke kosan. Dia males sebetulnya jauh-jauh makan di daerah Setiabudi, tapi aku udah ribut “Kambing… kambing… mau kambing…” Akhirnya dia mau, dan kami ke Kambing Cairo di Gegerkalong, lewat Setiabudi. Di Bandung sendiri Kambing Cairo ada dua cabang, satunya di Jalan Pelajar Pejuang, dekat Hotel Horison.

Tempatnya lumayan juga sih, parkirnya gampang dan area makannya cukup luas. Semi-outdoor begitu. Menunya ada kambing bakar yang katanya rendah kolesterol karena pake kambing di bawah 5 bulan, gulai, tongseng, dan sejenisnya. Waktu itu pesen kambing bakar yang 350 gram. Sama dessert es krim vanila.

Itu foto kambingnya pas udah setengah dimakan, pas awal lupa sih 😛 aslinya lebih gede dari itu kok. Ini es krimnya.

Sayangnya lupa bilang ke mas-masnya biar es krim nanti aja keluar setelah makan. Jadi agak leleh deh waktu dimakan setelah kambingnya habis. Tapi mestinya dari pihak penjualnya inisiatif juga sih ya dessert dikeluarkan belakangan. Secara keseluruhan menurutku enak sih, bumbunya meresap dan nggak bau kambing aneh. Sambel kecapnya juga nggak langsung dicampur antara kecap, cabe, dan mericanya, jadi bisa diatur-atur sendiri. Ada jeruk nipisnya juga. Paling kurang banyak aja sih 😛 Tapi kalo kata Aldi bumbunya agak kurang, dia lebih suka yang di Kambing Soen. Hmm, kayaknya kok kami doyannya kambing ya? Nggak apa-apa lah, toh sama-sama tekanan darah rendah 😀 Soal harga sebanding sih ya buat kambing bakar dengan porsi segitu. Ya kalo buat anggaran mahasiswa boleh deh, asal nggak tiap hari, bangkrut ntar :mrgreen:

Advertisements

6 Responses to "Kambing Cairo"

Aiiiiih…. Jadi kepingiiiiin….
Lg pengen bakar2an daging yg pake kecap dan jeruk nipis.
Nasinya anget…..

#lagilaper

iya, anget dan pedes, nyammm

Wah, aneh juga ya dessert-nya itu udah dikeluarin bareng menu utamanya. Harusnya mereka ngerti lah ya, apalagi kan ini es krim gitu dessert-nya, hmmm…

Btw, pernah nyoba Sate Domba Afrika nggak? Tempatnya ada di Cihampelas bawah tuh, setelahnya lampu merah jembatan layang Pasupati, di kiri jalan. Lebih enak mana sama Kambing Cairo ini? hehehe 🙂 *belum pernah nyoba kambing Cairo soalnya 😛 *

belum pernash sih, enak ya?
kapan-kapan deh dicoba terus dirview disini 😀

Ini dia kambing yang pengen tante cobain Nin, belum keturutan sampe sekarang…nyesel juga ih 😦

saya juga sekarang lagi mau cobain makanan-makanan di bandung yang belum pernah,mengingat mungkin sebentar lagi nggak di bandung 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: