Le Voyage de la Vie

Archive for May 2012

Seperti yang aku tulis sebelumnya, aku sekarang lagi di Sumatra. Yang terasa dari kemarin dan hari ini sih, perubahan jam dna kebiasaan hidup. Beberapa bulan terakhir, terutama dua bulan belakangan, aku sibuk dengan segala tugas akhir di kampus yang bikin ritme hidup nggak teratur seperti begadang sampai lebih drai tengah malam, curi-curi tidur siang hari atau pagi hari, makan nggak teratur, keluar malem-malem buat ngeprint dianterin sama anak elektro ganteng, pulang dari kampus malem-malem, dan sebagainya. Nah kalau disini ritme hidup jadi serba teratur. Belum tau sih nanti gimana kalo udah dapat tugas betulan, tapi sejauh ini kegiatan sangat teratur. Ya jam kantor lah ya. Makan juga sudah disediakan dengan sangat belrimpah baik makanan utama maupun snack. Semoga bisa menaikkan berat badan 😆 Terus karena disini itu komplek gede gitu yang meliputi perkantoran dan perumahan, jadinya sekitar jam 8 malem aja udah sepi. Toko kayak minimarket *ya disini sih uda toko paling gede atau mungkin satu-satunya ya* itu jam 8 udah tutup. Padahal biasanya di Bandung minimarket deket kosan sampe jam 10 masih buka, ada yang 24 jam juga bahkan. Aku tidak keberatan sih dengan kondisi begini, enak juga kok hidup teratur. Hmm apalagi ya. Oya disini nggak naik angkot, mana ada angkot dalam komplek :mrgreen: Kalo pergi antar fasilitas atau bangunan naik taksi komplek. Mobilnya avanza gitu tapi cuma bisa diisi 5 penumpang plus sopir, soalnya semua harus pakai belt. Biasanya di Bandung mobil SX4 mbak Ilma diisi enam orang tuh 😆 Tapi secara umum sejauh ini menyenangkan kecuali permasalahan sinyal. Indosat die disini 😥 Ini aku ngenet pake modem flexi malah lancar sekali, semalam lebih lancar daripada di kos malah. Masalahnya, sesorang yang lagi ikut program yang sama di Balikpapan sana nggak punya modem. Ngok. Di sini HP die, di sana internet nggak ada 😐

Yuhuu, hari ini aku menapakkan kaki di Sumatra 😀

Kegiatan internship aku dalam rangka melarikan diri dari ujian komprehensif dimulai kemarin tanggal 28. Kemarin kegiatannya di Jakarta. Aku tidak bisa banyak share di sini tentang isi kegiatannya, jadi aku bakal lebih banyak menulis soal aspek personalku. Kemarin aku sempat hampir nyasar loh. Pas pulang maunya ke Ratu Plaza buat naik Trans Kemang, mau ke Kemang Pratama. Aku kan nginep di rumah om di Bekasi. Eh setelah ikuti petunjuk orang, tiba-tiba aku ada di depan fx aja 🙄 untungnya setelah SMS dan telpon-telpon orang-orang ternyata bisa juga naik dari situ. Ih jalanan Jakarta ya, stress banget hidup disana, habis waktu di jalan 😐

Ada yang bego juga sih kemarin. Kan aku nitip seorang teman 😛 buat pesen tiket pulang Jakarta-Surabaya buat selesai program nanti.  Tau ga namaku ditulisnya gimana? Mrs. Nina Amelia. Hellooo, kapan kita ke KUA mas, elu Mr gue Mrs 🙄

Terus hari ini tadi berangkat ke lokasi. Naik pesawat Fokker. Wehe sudah lama nggak naik pesawat. Asyik deh duduk deket jendela. Tempat nginepnya hmmm, nggak ketemu guling 😥 Oya sinyal indosat die disini. Padahal ini modem flexi kenceng. Jadilah bisa email, twitter tapi HP ga bisa dihubungi 😆 Doakan lancar, sukses, dan bisa belajar banyak yaa.

Berhubung mau pergi ke Dumai buat 3 bulan dan kuliah juga (Insya Allah) udah beres, akhir bulan ini aku mau mengakhiri masa ngekos. Jumat besok ortuku mau datang dan sebagian barang akan dibawa pulang. Sebagian lagi ikut ke Dumai. Dan sebagian kertas-kertas akan pergi ke tukang gorengan 😆

Nah kemarin aku nyicil beres-beres. Nggak terlalu banyak sih, karena aku kan baru pindah kosan 2 bulan lalu dan banyak barang terutama buku-buku, diktat, dan pernak-pernik yang masih aku biarkan dalam kardus. Kemarin jadinya ya sortir aja mana yang memang sudah nggak diperlukan lagi, mana yang pinjaman dan harus dikembalikan, mana yang dibawa pulang. Sempat nemu dua notes ukuran A5 dari CPDC, dan aku berpikir buat bawa itu ke Dumai, lumayan buat catatan, enak enteng gitu tapi nggak kecil-kecil amat. Seingetku aku taruh itu di salah satu tumpukan.

Nah pas udah selesai beres-beres, kok notes itu nggak ada ya. Aku cari lagi di tumpukan kertas nggak kepakai, gak ketemu. Di tumpukan kerta smau dibuang juga nggak ada. Di dalam kardus yang mau dipak buat dipaket ke rumah juga nggak ada. Sampai di tas dan kardus lain serta lemari pun nggak ketemu. Teman sebelah kamar sampai bantu cariin lho karena penasaran. Dan hasilnya tetep nggak ketemu sampai sekarang. Padahal aku yakin banget kalo pas beres-beres itu ada. Dan mestinya emang masih ada di kamar, wong sejak selesai CPDC itu aku baru pakai satu dari tiga notes yang didapat. Jadi, kemanakah dirimu wahai notes? Haruskah aku memakai notes bonus Exoticon bergambar Agnes Monica yang desainnya meriah lalala dan labil sekali itu ketika aku internship di oil and gas? 😆

Tags: , ,

Long weekend is like a heaven 😀

Apalagi kalo sebelumnya habis disiksa segala deadline.  Ya meskipun sebelumnya menghujat long weekend karena batas pengumpulan laporan penelitian aku buat smeinar 25 Mei itu kan mestinya 5 hari kerja sebelumnya, yaitu Jumat 18 Mei, tapi gara-gara libur plus cuti bersama jadi maju ke Rabu 16 Mei 😥

Jadi, empat hari libur ini kebanyakan aku pakai buat belanja. Bukan foya-foya tapi belanja macem-macem persiapan buat ke Dumai. Hari Kamis aku liat-liat laptop di BEC, terus lanjut ke BIP cari Bakso Malang 😛 Terus sorenya ke salon, potong rambut biar nanti pas internship kalo keramas keringinnya nggak lama :mrgreen: Eh pas turun angkot, liat di parkiran salon ada mobilnya Ilma, yang mau internship juga. Haha, sehati deh ya. Terus hari Jumatnya cari laptop beneran (kalo kemarinnya kan maish banding-bandingin), lanjut cari sepatu kets. Alamak, susah bener yee cari ukuran 36 😥

Hari Sabtu nggak ada agenda khusus, cuma nitip textbook ke Ilma. Terus berniat nonton final Champions tapi ketiduran 😛 Hari Minggunya kembali belanja, kali ini ke Gasibu cari kerudung. Hepi dan rileks banget deh akhirnya bisa merasakan liburan setelah berapa bulan kejar-kejaran sama tugas akhir 😀

Keajaiban

Posted on: May 18, 2012

Halo-halo Bandung dan dunia! 😀

Hehe aku habis menghilang lagi nih. Memasuki wkatu gajah bagian UAS dan deadline, akhirnya jadi jarang deh blogging. Tapi cukup terbayar lah, akhirnya laporan tugas akhir aku yang 2 biji itu berhasil dikumpulkan. Kalo yang TA rancangan pabrik emang deadline tanggal 15 kemarin, tapi buat yang penelitian mestinya tanggal 22, tapi berhubung aku mau memajukan seminar (yaa semacam presentaisnya atau sidang gitu), jadilah aku mesti ngumpulin tanggal 16 kemarin. Seminar kan jadwal aslinya 30-31 Mei, tapi aku maju jadi 25 Mei. Kenapa? Ini ceritanya.

Di kampusku ada seleksi buat internship di sebuah perusahaan migas dan energi, seleksinya ini udah mulai liburan semester Desember-Januari kemarin. Aku uda sampai tahap interview tuh, April kemarin. Naaah, terus pas ada panggilan buat medical examination aku ga dapat 😦 Temen-temenku lumayan banyak yang dapat. Dan semuanya lolos  medex serta udah dapat penempatannya dimana. Terasa sih sedihnya, karena aku pengen sekali dapat kesempatan itu. Apalagi kalau dapat wisudanya bisa mundur sampai Oktober, nggak harus mengejar Juli 😛

Nah aku terus menata hidup kembali *ecieh bahasanya* 😛 dan menyiapkan diri buat ujian komprehensif bulan Juni. Menyiapkan mental doang sih, mana sempat belajar di tengah mengerjakan segala laporan dan UAS 😆 Eh terus tiba-tiba suatu pagi ketika aku lagi bobok-bobok asyik, ada yang nelpon. Ternyata aku disuruh medex 😀 Wow. Beras anggak percaya gitu. Dan langsung besoknya, padahal kalo temen-temenku antara dihubungi sama medex-nya ada selang berapa hari gitu. Nah programnya sendiri dimulai tanggal 28. Otomatis aku harus majuin jadwal seminar TA dong. Apalagi pengumuman tanggal batas laporan TA itu sendiri cukup mendadak juga. Jadi gimana ya, kayak bekerja keras menyelesaikan laporan lebih cepat dari jadwal, tapi buat sesuatu yang belum pasti. Deg-degan juga sih sama hasilnya meski temen-temenku yang lain yang uda tes kesehatan lolos semua. Karena.. errr… berat badan gue nggak nyampe 40 kg ternyata 🙄

Akhirnya tanggal 16 itu beres juga laporanku. Berhasil dapat dosen penilai buat seminar juga. Fiuh. Eh sorenya, pas aku mau pergi, kan mau matiin laptop tuh. Aku ngecek email buat terakhir kali sebelum matiin. Voila! Ada email pengumuman intership 😀 Alhamdulillah, nggak sia-sia ternyata jungkir baliknya.

Minggu depan ini aku bakal presentasi rancangan pabrik dan seminar penelitian. Rencananya Kamis dan Jumat, terus setelah itu ortuku datang, beresin kos-kosan lalu berangkat ke Jakarta. Habis itu berangkat ke Dumai, Riau 😀 Wah udah berapa tahun ya sejak aku ke bandara Sutan Syarif Kasim Pekanbaru itu, hmm 7 tahun kayaknya 😯 Ini tadi baru dapat detail tentang kegiatannya, dan aku sama satu temen lagi yang dari Surabaya langsung heboh googling transport buat nanti Jakarta-Surabaya pas pulangnya, udah mau lebaran bok, mahal semua. Mohon doanya yaa biar lancar semuanya 🙂

Braga Permai

Posted on: May 7, 2012

Kali ini perjalanan kuliner mampir ke Braga Permai, resto di Jalan Braga, Bandung yang dulunya bernama Maison Borgerijen. Yap, ini resto ala jaman kolonial Belanda gitu. Seperti kebanyakan bangunan di daerah Braga, bangunan resto ini dan interiornya bergaya kolonial. Malah katanya dulu bangunannya lebih megah lagi. Sayangnya karena kesana malam jadi foto eksteriornya tidak ada.

Hmm, mulai darimana ya? Seperti beberapa kesempatan sebelumnya, acara liputan kuliner 😎 kali ini ditemani oleh si anak elektro. Kali ini dia yang ngajak duluan lho 😳 Mungkin ini bakal terakhir kali makan bareng di luar *warung pecel lele dan kantin kampus tidak termasuk* mengingat akhir Mei dia akan magang di luar pulau sampai awal Agustus dan aku berjuang biar bisa wisuda bulan Juli. Singkat cerita, kami janjiannya habis magrib. Eh pas siap-siap tiba-tiba hujan. Doeng. Masa kagak jadi 😐 Untungnya hujannya cuma sekitar 10-15 menit gitu.

Berhubung habis hujan dan maish agak-agak gerimis, kami pilih duduk di dalam. Sebenernya di luar juga ada, pake payung-payung gitu tempat duduknya. Dulu waktu kesana mengantar mahasiswa-mahasiswa dari Singapura yang lagi ikut smeinar di ITB, kami duduknya di bagian luar. Karena tujuan utama kesini adalah buat dessert jadi makan beratnya pesan satu menu aja. Nah disini itu di tiap meja udah ada piring, sendok, garpu buat tiap orang. Pesenannya datang di piring silver gede. Cukup lah buat dimakan berdua. Klao datang rame-rame sih mending pesan beberapa macam makanan buat dimakan bareng-bareng daripada pesen satu-satu. Kami pesennya special fried noodle. Ini dia, pas udah dimakan setengahnya. Baru ingat belum difoto sih 😆

Pas udah mau abis aku baru nyadar dong kalo ada udang di situ 😯 Mengingat beberapa kali terakhir setelah  makan bareng si anak elektro dengan menu seafood aku jadi bentol-bentol alergi, panik dong ya aku. Untungnya enggak sih. Fiuh. Terus habis itu yang ditunggu-tunggu, es krim 😀 Es krim disini macem-macem, harganya juga nggak mahal-mahal amat untuk ukuran es krim seenak itu. Menurutku lebih enak jauh daripada di I Scream for Ice Cream. Kalo nggak salah ini namanya Exotica. Di atasnya ada whipped cream dan choco chip. Dilengkapi sama stroberi, peach, dan sirup kelapa. Teksturnya lembut dan seger banget. ENAK DEH :mrgreen: Aku kasih nilai 10 dari 10 buat es krimnya.

Oya di sini juga jual cake dan macem-macem cokelat. Relatif murah loh kuenya. Kalo di Brusselspring dan Harvest tiap potong bisa sekitar 18-20 ribu, di sini cuma 7 ribu 😀 Kemarin aku makan mocca cake. Sebenernya yang direkomendasikan itu Volcano, tapi udah habis 😦 Kalo kue pesannya nggak dari menu, tapi langsung pilih di counter. Kalo secara keseluruhan meski penampakannya resto klasik, harganya nggak mahal-mahal amat kok ternyata. Kemarin makan berdua dengan dessert asyik-asyik habis 55 ribu udah termasuk pajak 10%. Mau banget deh kesini lagi, tapi kayaknya bakal makan es krim aja biar puas :mrgreen: