Le Voyage de la Vie

Archive for the ‘Review’ Category

Setelah sebelumnya aku ikut lomba blog Lifull Produk, minggu lalu hadiah hiburannya sampai ke rumah. Huhu nggak menang hadiah utama jalan-jalan ke Singapura. Tapi hadiah hiburannya oke banget lho, isinya banyak. Ini foto isinya

Ada minuman Kiyora, snack Pillows, snack Marie Regal, saus manis Kewpie, sabun Oilum, Caladine gel, sampo Zinc, aneka produk Herborist, bedak dan lotion Marina. Snack dan minumannya enak-enak, kalau produk beauty belum semuanya dicoba. Terima kasih Lifull produk.

Siapa yang tidak suka dengar kata gratis? Apalagi kalau benar-benar dapat hadiah gratis. Nah salah satu cara paling gampang untuk dapat hadiah gratis adalah dari situs LIFULL Produk. Β Apa sih LIFULL Produk itu? Yuk terus baca.

Read the rest of this entry »

Historical fictions are based on real historical events, places, and/or persons with fictional characterization and details. It may closely resembles its actual counterpart or deviated broadly. It includes films, novels, plays, and other media. I enjoy historical fictions so much, especially historical novels. Some novels that I have finished are:

  • Arok Dedes by Pramoedya Ananta Toer. This book is about Ken Dedes and Ken Arok of Singasari. I haven’t finished it yet, but I like its storyline and language so much.
  • Pulau Buru Tetralogy by Pramoedya Ananta Toer. It consists of four books; Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Β Langkah, and Rumah Kaca. It is set in Indonesian National Awakening era. I admire how a local boy who got proper Dutch education saw the reality around him and started to use newspaper to build opinions against Dutch government.
  • The Lady Elizabeth by Alison Weir. It is based on the life of Queen Elizabeth I from her childhood until she ascended the throne. I got lots of insights about Englosh life in Tudor era from this novel.
  • The Queen’s Governess by Karen Harper. It is set in Tudor era also, but from Elizabeth’s governess’ (Kat Champernowne’s) point of view. It covers longer time span than The Lady Elizabeth; started from Anne Boleyn’s era to Kat’s death.
  • Scarlett by Alexandra Ripley. It is the sequel of legendary Gone With The Wind. Set in America and Ireland, it beautifully told Scarlett’s story. I don’t really know whether it can be categorized as a historical novel but I think it is.
  • Becoming Marie Antoinette. I forget who’s the author of this book. As indicated by its title, this book recounts Marie Antoinette’s life, from her childhood as an Austrian archduchess Maria Antonia to her teenage life and subsequent marriage to French dauphin Louis. This book is the first of a series and its successors haven’t been published yet.

Those are historical novels I have read recently. I think I learn much from those novels. Of course as I have stated above, a hostorical novel is not an actual recount of events. So, I often search about the real historical facts after read a novel and compare them. And I can remember those historical things better when I have read it in a novel. Maybe it is because there is an emotional attachment that I get when I read a novel. It is something I could not get from history books of my school days πŸ˜› In my opinion, a historical fiction can serve both as entertainment and educational source, but it should not regarded as a real recount of history.

P.S: I haven’t written in English for a long time and I do know that the quality my writing has been declined much 😦 Yeah, I have to practice again.

Siapa Om Duleh?

Bukan om saya kok πŸ˜†

Itu nama tempat makan di Jln. Hasanudin, Bandung. Jln Hasanudin itu jalan di sebelah RS Boromeus, nyambung ke Unpad Dipati Ukur. Tadi siang aku nyoba makan disitu. Sayangnya lupa bawa si Exilim pink jadi nggak foto deh 😦 Aku merekomendasikan sekali tempat ini πŸ˜€ Makanannya enak deh. Meski agak mahal kalo dibanding makanan kantin, tapi sebanding lah dengan rasanya. Menunya macem-macem, ada yang masakan prasmanan gitu dan ada yang pesen. Ada macem-macem ayam dan ikan bakar juga. Tadi sih aku makan iga bumbu kayak gulai gitu dan kimlo, nggak sampai Rp 15.000. Dan enaaaaaak πŸ˜€ Teh panasnya gratis disitu. Kalo soal tempatnya sendiri oke kok, luas dan tempat duduknya banyak banget. Ada yang di dalam dan di teras. Ada yang meja kursi dan ada yang lesehan. Lumayan rame sih tadi, kayaknya kebanyakan anak Unpad. Cuma sayangnya, yang di meja sebelah merokok 😦 Ah kapan-kapan perlu dicoba lagi deh ini.

Dari kecil aku emang hobi banget baca. Ini daftar Β beberapa novel atau kumpulan cerita yang pernah aku baca dan mungkin bakal aku tulis sinopsis atau resensinya disini. Kalau ada yang mau request sinopsis atau resensi salah satu buku ini silakan πŸ˜€ Yang dicetak tebal adalah novel-novel favoritku yang bisa dibilang cerita serta detailnya aku ingat di luar kepala.

Buku Indonesia:

  • Tetralogi Pulau Buru – Pramoedya Ananta Toer
  • Me, Him & Labuan Bajo – Evy Ervianti
  • Filosofi Kopi – Dewi Lestari
  • Perahu Kertas – Dewi Lestari
  • Tetralogi Laskar Pelangi – Andrea Hirata
  • Dwilogi Padang Bulan-Cinta dalam Gelas – Andrea Hirata
  • Novel-novel Islami tulisannya Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, dll yang aku lupa judulnya apa aja
  • Beberapa novel Mira W yang lupa juga judulnya apa aja

 

Buku Luar:

  • Hampir semua buku Agatha Christie (sekarang masih nyari kira-kira yang kelewatan apa)
  • Harry Potter – J.K. RowlingΒ (1-5 dan 7 versi Indonesia, buku ke-6 versi Inggris)
  • Princess Diaries Series – Meg Cabot (1-8 Indonesia, 9-10 Inggris, berikut 4 novella)
  • Mediator Series – Meg Cabot (6 buku)
  • Women Murder Club Series – James Patterson (1-10, kecuali buku ke-9)
  • The Lost Symbol – Dan Brown
  • Angels & Demons – Dan Brown
  • The Da Vinci Code – Dan Brown
  • Deception Point – Dan Brown
  • A Study in Scarlet – Sir Arthur Conan Doyle (novel Sherlock Holmes)
  • The Sign of the Four – Sir Arthur Conan Doyle (novel Sherlock Holmes)
  • The Hound of the Baskervilles – Sir Arthur Conan Doyle (novel Sherlock Holmes)
  • Animorphs Series – K.A. Applegate (puluhan buku deh ini)
  • Scarlett – Alexandra Ripley
  • Ella Enchanted – Gail Carson Levine (tapi udah lupa detail ceritanya kayak apa)
  • Belle Prater’s Boy – Ruth White (judul Indonesianya: Rahasia Embusan Angin)
  • Pride and Prejudice – Jane Austen (sedang dalam proses dibaca)

Sebenernya masih banyak lagi sih yang pernah aku baca selama 20 tahun hidup, hehe. Mulai dari novel yang ditugaskan dibaca di sekolah sampai kumpulan cerpen dan dongen majalah Bobo jaman SD dulu πŸ˜€ Nanti di-update lagi deh kalau ingat lagi dan/atau buku yang aku baca nambah.

 

Bisa dilihat disitu aku suka berbagai genre, mulai fantasi, detektif, sampai roman dan sejarah. Tapi ada satu genre yang aku anti banget. Coba tuh, disitu aku kan nulis juga judul-judul buku remaja macam Animorphs dan Ella Enchanted yang biasa dibaca pas umur belasan tahun. Tapi nggak ada kan salah satu seri remaja terpopuler: Goosebumps. Yap, saya anti horor, apapun itu entah film ato buku. Zzzz deh kalo horor πŸ˜›