Le Voyage de la Vie

Posts Tagged ‘tugas akhir

“Takut Gagal akhirnya membuat kita sedikit bertindak, sedikit bertindak akhirnya cuma sedikit yg didapat”

Itu adalah sebuah tweet  yang muncul di linimasa aku sore ini tadi. Langsung aku retweet. Pas banget dengan apa yang lagi aku pikirkan. Jadi ceritanya sekarang ini kan aku seharusnya semester terakhir, menurut kurikulum demikianlah. Nah di tempatku itu tugas akhirnya ada banyak. Ini nih semua mata kuliah yang masuk tugas akhir:

  • Penelitian 1, 2 SKS. Biasa disebut juga penulap alias penulisan laporan (?) *bener gak sih*. Ini adalah proposal penelitian, meliputi bab 1-3. Mata kuliah wajib semester 7 tapi biasanya diambil di semester 6. Dikerjakan per kelompok 2 orang.
  • Kerja Praktek 2 SKS, ini berupa magang 2 bulan di industri pas liburan antara semester 6 ke 7. Setelah itu menyusun laporan sambil konsultasi dengan dosen pembimbing, yang untuk selanjutnya akan disebut ‘pembicaraan’ sesuai kebiasaan di tempat kuliahku. Sudah dilakukan dan urusanku soal KP ini sudah beres.
  • Penelitian 2, 3 SKS. Ini baru penelitian yang sesungguhnya, mengerjakan segala macam itu lah di lab masing-masing.
  • Rancang Pabrik 4 SKS. Ini berupa tugas perancangan pabrik di semester 8. Intinya sih, yah merancang pabrik secara menyeluruh. Dikerjakan per kelompok 3 orang.
  • Ujian Komprehensif 1 SKS. Ini baru bisa diikuti menjelang wisuda, kalo semua kuliah dan tugas akhir lain sudah beres. Ujiannya ujian deh. Bahannya segala dari awal kuliah di tahun pertama sampai tahun terakhir. Ujiannya maraton seharian dari pagi sampai sore.

Oh men, DUA BELAS SKS TUGAS AKHIR 😯 belum lagi di semester 8 masih ada kuliah wajib, dan aku juga ambil kuliah pilihan.

Buat sekarang ini, Penelitian 1 dan Kerja Praktek sudah terlewati. Penelitian 2 sedang dikerjakan, yah kira-kira sudah 2/3-nya. Kurang 3 minggu lagi deh kalo lancar. Rancang Pabrik sedang dikerjakan, baru awal-awal sih. Ujian Komprehensif niatnya mau cicil belajar sama geng nginep bareng tapi wacana yang ada realisasinya kurang lancar 😛

Nah, apa hubungannya dengan judul diatas? Ini ceritanya bisa dianggap aku lagi agak stress mikirin segala urusan kuliahan ini. Takut nggak beres aja. Gimana ya, karena kelompokan kan harus menyesuaikan sama ritme kerja dan jadwal serta urusan masing-masing. Nah aku sendiri termasuk orang yang tidak terlalu nyaman bekerja mepet deadline. Oh dan aku juga lebih suka kalo tugas tiap orang terdefinisi dengan baik. Tapi namanya kerjasama ya mesti saling menyesuaikan diri toh. Dan kebetulan ini sampai orang-orang lain sudah pada bergerak kok kelompokku kayaknya masih ada urusan lain. Kalo liat orangnya sih aku percaya banget kalo pada saatnya akan selesai. Mereka orangnya bertanggung jawab kok. Tapi ya itu, bikin deg-degan 😛

Nah berkaitan dengan itu, kalo yang pernah baca tulisan-tulisan lama di blog ini aku juga pernah sih galau semacam itu. Dan yah dipikir-pikir akar permasalahannya adalah ketakutanku akan kegagalan. Seringkali aku saat akan memulai atau baru memulai sesuatu udah heboh kepikiran gimana kalo nggak selesai, gimana kalo nggak jadi, gimana kalo jadinya nggak bagus. Ini udah terjadi dari lama sih. Entahlah. I think everyone has their own demon, and this is my demon.  Kalo aku analisis sendiri sih mungkin ini terjadi karena sepertinya aku belum pernah mengalami kegagalan besar. Bukan bermaksud sombong, tapi kayaknya sampai sekarang hidupku bisa dibilang lempeng-lempeng aja. Misalnya buat sekolah, bisa sekolah di tempat yang aku mau. Meski ada kendala ini-itu awalnya, tapi ada aja jalan yang terbuka. Jadi aku rasa karena belum pernah mengalami kegagalan besar ini yang bikin aku juga jadi belum pernah belajar bagaimana bangkit dari kegagalan. Suatu pembelajaran yang ketika diingat akan akan membuat “Oh aku pernah bisa kok bangkit dari kegagalan seperti itu, jadi menghadapi masalah di depanku sekarang juga pasti bisa”.

Lah terus? Apa aku harus jatuh dulu buat belajar berdiri? Di titik sekarang ini, aku bilang tidak, wahai diriku sendiri. Kalaupun belum pernah jatuh, ya teruslah melangkah. Berusahalah biar tidak akan jatuh. Yah mungkin tidak akan punya penyemangat berupa  “Oh aku pernah bisa kok bangkit dari kegagalan”, tapi kan berarti bisa punya penyemangat “Oh selama ini aku bisa kok“. Dalam kasus sekarang ini, apa sih yang perlu dikuatirkan? Bahkan KP aku udah beres, termasuk salah satu yang paling cepet beres malah. Dan penelitian juga sebenernya nggak 2/3 ding, malah bisa dibilang 80%. Udah tau apa yang harus dilakukan, dan pengerjaannya tinggal dua minggu lagi, kecuali bahwa minggu depan ada long weekend. Pengolahan datanya juga nggak sulit-su;it amat nampaknya. Analisisnya juga udah kebayang. Hello, so where’s the problem dear? Yang rancang pabrik, bisa lah yaa. Ayolah semangat, berhenti takut gagal dan mulai dari apa yang bisa dimulai. Menulis ini juga termasuk memulai sih, biar hati plong dan mengerjakan segala sesuatunya lancar *pembelaan diri* 😆 Bener juga sih ya kalo musuh terbesar itu diri sendiri. Ayo jangan malas, jangan takut gagal, ayo mulai bertindak 😀

Hmm nampaknya demikian tulisan pengingat untuk diri sendiri. Mohon doa restunya biar semua lancar dan urusan perkuliahan segera selesai 🙂

Advertisements

December 2018
M T W T F S S
« Sep    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 17,320 hits

Live Traffic

Flag Counter

Advertisements