Le Voyage de la Vie

Posts Tagged ‘Jalan-jalan

Bulan November tahun lalu aku lagi off kerja tapi posisi lagi di Jakarta karena mau pasang ortho braces dan ada undangan nikahan teman. Diantara jadwal cabut gigi dan pasang ortho braces, ada beberapa hari kosong. Waktu weekend aku main ke rumah tante di Bekasi. Pas lagi di jalan sama tante, bosen macet, aku iseng browsing harga tiket dan penginapan di Bali.  Eh kok nemu guest house di Kuta kamar standar untuk 2 orang dengan kamar mandi dalam dan AC + TV (ya standar hotel bintang 3 lah tapi ini bentuk guest house yang tiap kamarnya ada teras langsung ke halaman dalam), harganya cuma Rp 365.000 untuk 3 malam Senin-Kamis minggu berikutnya. Aku cek harga pesawat, standar nggak terlalu mahal. Jadilah Sabtu sore impulsif booking liburan untuk hari Senin. Oya meskipun aku orang Jawa Timur, sebelumnya aku belum pernah ke Bali 😛


Datang di bandara Ngurah Rai hari Senin sore dan dijemput sama teman yang kenal online, sama-sama penggemar Kyuhyun si penyanyi yang aku nonton musikalnya di Seoul dan konsernya di Tokyo 😜. Terus diajak ke pantai Kuta dan keliling Kuta-Legian, ditutup dengan makan malam soto bakso di Pasar Kuta. Warungnya sederhana tapi soto baksonya enak banget. Sayang nggak sempat mampir lagi ke situ.


Karena sendirian, transport andalanku selama di Bali adalah ojek 😀 Gampang banget pesan ojek online di sekitaran Bali Selatan. Aku ke Sanur, Seminyak, Kuta, Legian, dan sekitarnya naik ojek. Ke GWK naik bus trans, dan ke Ubud naik bus Kura-Kura. Bisa banget kok jalan-jalan di Bali selatan tanpa sewa kendaraan. Bali memang sudah maju sekali soal infrastruktur pariwisata. Banyak banget tempat wisata dan hiburan. Tapi kalau soal pemandangan pantai, menurutku masih lebih oke Pantai Liang di Ambon. Salah satunya mungkin karena aku ke Bali ini waktu musim hujan, 3 sore disana nggak pernah dapat sunset yang bagus.


Bagian paling menyenangkan dari jalan-jalan kali ini adalah kuliner. Favoritku selain soto bakso adalah makan udang gede di Warung Eny Seminyak dan minum cokelat di Pod Cafe Kuta. Cokelat di kafe ini asli enak banget. Aku pesan minum sea salt caramel dan coba praline beraneka isi. Yum! Sempat makan nasi campur Bali di Ubud dan nasi bebek di Kuta juga.


Karena liburannya impulsif, aku nggak bikin rencana perjalanan detail, beda sekali dengan kebiasaanku bikin itinerary yang detail dan rencana pengeluaran setiap jalan-jalan, misalnya waktu ke Jogja, Solo, KL, dan Tokyo. Ternyata jalan-jalan yang ‘yaudah dijalani aja pengen kemana’ begini nggak cocok sama aku. Malah jadi bingung sendiri mau kemana haha. Untungnya ini liburan domestik, jadi pas uang cash kurang tinggal ambil di ATM, nggak perlu tukar. Lain kali kalo liburan lagi, mesti bikin rencana yang lebih detail biar asyik.

Advertisements

Musim panas tahun lalu, aku jalan-jalan ke Tokyo sendirian. Solo traveling. Kenapa sendirian? Karena sekitar 2 bulan sebelumnya, aku dapat info kalau bulan Mei aku akan ada tugas kerja di site, yang berarti setelahnya akan dapat libur tanpa potong jatah cuti tahunan. Kebetulan di tanggal liburnya ada konser solo penyanyi favoritku di dekat Tokyo. Tapi tanya ke teman-teman, ternyata mulai dari teman kuliah, teman kerja, sampai teman-teman jalan-jalan ke Seoul sebelumnya tidak ada yang bisa pergi di awal Juni itu. Aku belum pernah jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri sendirian sebelumnya, paling pernah naik pesawat atau kereta sendiri kalau pulang kampung atau urusan pekerjaan. Setelah tanya ke beberapa teman dan cari info, sepertinya Tokyo cukup aman dan, jadilah nekat beli tiket dan mulai urus visa. Oya, aku tidak bisa berbahasa Jepang dan baca tulisan Jepang sama sekali lho, jadi memang nekat pergi sendirian kesana. Seru banget jalan-jalan sendirian di Tokyo, favoritku adalah taman-taman dengan pemandangan yang cantik sekali.

Shinjuku Gyoen 1.jpg

Shinjuku Gyoen

Read the rest of this entry »