Le Voyage de la Vie

Author Archive

Setelah sebelumnya aku ikut lomba blog Lifull Produk, minggu lalu hadiah hiburannya sampai ke rumah. Huhu nggak menang hadiah utama jalan-jalan ke Singapura. Tapi hadiah hiburannya oke banget lho, isinya banyak. Ini foto isinya

Ada minuman Kiyora, snack Pillows, snack Marie Regal, saus manis Kewpie, sabun Oilum, Caladine gel, sampo Zinc, aneka produk Herborist, bedak dan lotion Marina. Snack dan minumannya enak-enak, kalau produk beauty belum semuanya dicoba. Terima kasih Lifull produk.

Siapa yang tidak suka dengar kata gratis? Apalagi kalau benar-benar dapat hadiah gratis. Nah salah satu cara paling gampang untuk dapat hadiah gratis adalah dari situs LIFULL Produk.  Apa sih LIFULL Produk itu? Yuk terus baca.

Read the rest of this entry »

Musim panas tahun lalu, aku jalan-jalan ke Tokyo sendirian. Solo traveling. Kenapa sendirian? Karena sekitar 2 bulan sebelumnya, aku dapat info kalau bulan Mei aku akan ada tugas kerja di site, yang berarti setelahnya akan dapat libur tanpa potong jatah cuti tahunan. Kebetulan di tanggal liburnya ada konser solo penyanyi favoritku di dekat Tokyo. Tapi tanya ke teman-teman, ternyata mulai dari teman kuliah, teman kerja, sampai teman-teman jalan-jalan ke Seoul sebelumnya tidak ada yang bisa pergi di awal Juni itu. Aku belum pernah jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri sendirian sebelumnya, paling pernah naik pesawat atau kereta sendiri kalau pulang kampung atau urusan pekerjaan. Setelah tanya ke beberapa teman dan cari info, sepertinya Tokyo cukup aman dan, jadilah nekat beli tiket dan mulai urus visa. Oya, aku tidak bisa berbahasa Jepang dan baca tulisan Jepang sama sekali lho, jadi memang nekat pergi sendirian kesana. Seru banget jalan-jalan sendirian di Tokyo, favoritku adalah taman-taman dengan pemandangan yang cantik sekali.

Shinjuku Gyoen 1.jpg

Shinjuku Gyoen

Read the rest of this entry »

Sejak masih kerja di tempat sebelumnya, aku sudah berencana untuk jalan-jalan ke Korea atau Jepang. Berhubung pindah kerja, rencana itu harus tertunda sampai aku dapat jatah cuti. Aku mulai dapat jatah cuti per Desember 2015, tapi berhubung Desember musim liburan, aku memutuskan untuk ke Seoul di bulan Januari 2016 supaya tidak saat peak season dimana harga penerbangan dan penginapan jadi mahal, sekalian merasakan musim dingin untuk pertama kalinya.

Yeouido Hangang Park

Di Yeouido Hangang Park, dingin meski sudah pakai baju dan jaket berlapis-lapis

Read the rest of this entry »

Setelah dari KLCC, aku dan Ilma jalan kaki ke Bukit Bintang. Bentuk jalannya Walkway, di atas seperti jembatan penyeberangan, tapi panjang dan tertutup. Lumayan juga, sekitar 15 menit mungkin ya. Bukit Bintang isinya mall dan mall. Karena sudah sore dan kami lapar (lagi 😀 ) akhirnya kami mulai cari makan. Eh tiba-tiba hujan, jadilah kami berteduh dulu di Lot 10, salah satu mall yang udah cukup lama. Di basement mall ini ada foodcourt yang cukup terkenal, Lot 10 Hutong. Tadinya mau coba, tapi ternyata semuanya makanan non-halal. Setelah hujan berhenti, kami jalan lagi, lewat Jalan Alor. Jalan Alor ini juga pusat Chinese food, dan lagi-lagi gagal nemu makanan halal yang menarik 😦 Bosen juga kalau makanan India lagi, siangnya sudah makan nasi Kandar.

Petaling Street, photo by Ilma

Jalan Alor, photo by Ilma

Read the rest of this entry »

Ups, sudah 3 tahun ternyata aku nggak nulis disini 😀
Setelah lulus kuliah tahun 2012, aku kerja di Jawa Timur, seminggu sekali bisa pulang ke rumah. Di rumah dan di tempat kos nggak ada internet kabel/wifi, jadilah kegiatan ngeblog lama-lama terlupakan. Sejak sekitar setahun lalu aku pindah ke Jakarta, di kos ada internet sih, tapi sudah terlanjur kehilangan motivasi nulis. Hehehe maaf~
Anyway, kali ini ada yang aku pengen ceritakan. Minggu lalu aku liburan super hemat ke Kuala Lumpur. Paket penerbangan pulang pergi dan hotel (bintang 3, untuk 2 malam, 2 orang sekamar) dapat promo seharga Rp 600.000. Pengeluaran selama disana total RM 220 (sekitar Rp 725.000). Ditambah ojek, bus, dan taksi dari kos ke bandara dan bandara ke kos, ya sekitar Rp 1,5 juta lah 😀

Read the rest of this entry »

Beberapa waktu lalu sempat mengobrol dengan seorang teman, menyangkut perkembangan teknologi, khususnya di bidang telekomunikasi. Sekarang ini, khususnya di Indonesia, dan terutama lagi di kota besar, nyaris semua orang punya alat telekomunikasi pribadi, yaitu HP. Jaringan internet juga sudah gampang didapatkan dimana-mana. Memudahkan hidup? To a certain point, yes. Mendekatkan yang jauh? Ya benar. Coba contohnya lewat blog seperti ini aku jadi bisa berkomunikasi, slaing berkomentar, dan tau secuplik kehidupan dari orang-orang yang memang sudah dikenal tapi secara geografis jauh (seperti memtike), kenalan baru yang ada di lain pulau (seperti mel), atau bahkan luar negeri (seperti zilko). Telepon pun juga semakin murah, mamaku bisa nelpon kapan aja tanpa heboh biaya interlokal seperti yang aku tau jaman aku SD dulu. Temanku yang orang tuanya di luar negeri juga sering ditelepon via VoIP.

Nah tapi, disadari atau tidak, teknologi juga bisa menjauhkan yang dekat. Sekarang ini sering kan lihat ada beberapa orang duduk berdekatan tapi sibuk dengan gadget masing-masing. Bukannya membangun interaksi sosial yang nyata, tapi justru sibuk dengan interaksi di dunia maya. Memang sih, kadang apa yang ada di gadget itu penting, seperti berita penting atau email penting. Dan aku sendiri juga nggak sok suci, aku pun juga sering ngecek HP di tengah keramaian. Dan jujur saja, misalnya di lingkungan tempat tinggal, aku nggak kenal dengan penghuni kos sebelah-sebelah. Justru teman baru lebih banyak di dunia maya.

Hmm, jadi aku pikir sih seharusnya meski teknologi telekomunikasi sudah sedemikian majunya, interaksi sosial nyata tetap nggak boleh dilupakan. Bagaimanapun misalnya kita jatuh (dalam arti sebenarnya, kepeleset mungkin), ketusuk jarum, atau keiris pisau, yang akan menolong kan orang yang secara fisik dan geografis dekat, bukan yang dekat via dunia maya saja. Tapi di sisi lain, punya kenalan, teman, dan kontak sebanyak dan seluas mungkin juga nggak ada ruginya, justru banyak sisi positifnya. Jadi ya mesti seimbang 😀