Le Voyage de la Vie

Inikah Negeriku?

Posted on: December 27, 2011

Dua hari kemarin, karena sesuatu hal aku jadi melihat banyak tayangan TV. Biasanya aku nyaris tidak pernah menonton TV, karena tidak punya di kamar kos, dan TV bersama di kos adanya di lantai bawah yang jauh dari kamarku. Jadi aku mengikuti berita kebanyakan dari baca koran atau baca di portal berita dunia maya. Ternyata beda tau berita dari baca dengan melihat cuplikan peristiwa langsung di TV.

Berita yang paling banyak aku lihat adalah tentang kilas balik tsunami Aceh 7 tahun lalu dan konflik berdarah yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, antara lain di Mesuji dan Bima. Miris lihatnya. Miris melihat bagaimana di Aceh masih ada pengungsi yang hidupnya belum bisa kembali normal seperti sebelum terjadi tsunami. Padahal di berita juga ada kilas balik peristiwa 2011, salah satunya tentang tsunami di Jepang, dimana mereka nampak segera bangkit dari bencana alam yang menerpa tersebut. Juga miris melihat bagaimana aparat yang seharusnya menjaga keamanan malah membubarkan demonstrasi warga dengan kekerasan. Aku sempat melihat adegan dimana seorang ibu juga diperlakukan demikian oleh aparat keamanan. Dimana nurani? Aku tidak bilang kalau sekarang semua negatif begitu, tapi kenyataannya banyak.

Ya, melihat ini aku jadi makin merasa bahwa sudah bukan saatnya cuma diam dan mengomentari mengapa negeri ini begini dan begitu. Ini membuat semangatku bertambah untuk ikut serta berusaha membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Advertisements
Tags: ,

10 Responses to "Inikah Negeriku?"

hai nin.
saya pribadi gak langganan koran, sangat jarang nonton TV and definitely gak nonton TV lokal. mbukak situs semacam detik pun jarang. saya tau info-info terkini ya dari timeline twitter. kalo ada selentingan isyu terbaru yg saya anggap menarik, barulah kemudian browsing. buat saya, if it (the news) isn’t there on twitter, then it isnt worth-it for me to know.

*halah beribet 😆 *

nah iya saya juga biasanya demikian, liat berita di twitternya kompas, metrotv, detik, jawapos doang
kalo nampak menarik baru link-nya dibuka 😛
baru kemarin itu 2 hari nonton TV banyak

memang bikin hati kecut melihatnya… semuanya seolah berakar dari saling ingin mendapatkan keuntungan. 😕

miris liatnya 😦

Sewaktu di Bandung dulu aku langganan koran. Ada TV di kamar sih, tapi jarang lihat tayangan berita, huahahaha 😆 .

aku baca koran yang di kampus, di himpunan
kalo langganan sendiri males ngurusin tumpukan kertas korannya, hehe 😀

Apa yang bisa lakukan?
Melawan polisi yang melakukan tindakan kekerasan? Kita gak punya senjata.
Mengadu ke petinggi2 negara? Masih adakah petinggi yang bisa diharapkan.
Berkoar dan mengkritisi melalui tulisan? Mereka gak akan peka, karena mereka “gak bisa” membaca.

Komentar ini memang sedikit keritis, tapi bukan bersifat pesimis.

bagaimana dengan kita yang mulai membuat perubahan?
berat memang tapi kalau tidak ada yang mulai, ya tidak akan ada perbaikan bukan

negeri ini membutuhkan revolusi moral dan juga mental, sbnrnya dasar pijakan dari semua itu adalah pendidikan, pendidikan agama, budi pekerti, dan pendidikan umum. Kalau dunia pendidikan kita diisi oleh orang2 yg amanah dan bertanggungjawab penuh thd anak didiknya, insyaAlloh nantinya akan menghasilkan para alumni yang mumpuni yang tidak hanya cerdas otaknya namun cerdas juga emosi dan hati nuraninya.

setuju 🙂
pendidikan memang aspek penting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: